TRANSFORMASI digital menjadi fundasi utama bagi perekonomian di Indonesia. Ekonomi digital tengah tumbuh pesat sekaligus penggerak dalam mengakselerasi pertumbuhan ekonomi nasional dan daerah.
Salah satu sektor pendorong ekonomi digital adalah sektor keuangan digital yang menjadi andalan transaksi bagi masyarakat, serta meningkatkan daya saing usaha, terutama bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang tentunya menjadikan Bank Sumut Garda Terdepan bagi perekonomian di Sumatera Utara.
Melirik transformasi digital, menunjukkan bahwa tren transaksi e-commerce dan penggunaan uang elektronik terus meningkat, mencerminkan pergeseran perilaku masyarakat ke arah digitalisasi. Pertumbuhan ekonomi digital didukung oleh inovasi teknologi finansial (fintech), peningkatan inklusi keuangan, serta transformasi model bisnis di berbagai sektor.
Digitalisasi memberikan peluang besar bagi UMKM untuk berkembang melalui akses pasar yang lebih luas dan efisiensi operasional yang lebih baik. Namun, tantangan seperti rendahnya literasi digital, keterbatasan infrastruktur teknologi, serta risiko keamanan siber masih menjadi hambatan dalam pengembangan ekonomi digital di Indonesia bahkan di daerah
Lalu, bagaimana dengan inovasi digitalisasi yang dilakukan Bank Sumut untuk perekonomian di Sumatera Utara?
Bank Sumut telah menunjukkan capaian signifikan dalam transformasi digital untuk membangun ekonomi digital, khususnya di Sumatera Utara. Fokus utamanya adalah pada penguatan digital banking.
Dari data penulis adanya peningkatan inklusi keuangan dan digitalisasi transaksi pemerintah daerah. Indeks capaian dan inovasi digital Bank Sumut untuk menunjang perekonomian di daerah Sumatera Utara, sudah melakukan capaian utama Digital Banking & Inklusi, seperti pengguna Mobile Banking Aplikasi SUMUT Mobile, berhasil menarik lebih dari 1,2 juta pengguna (data semester I 2025), meningkat 30%.
Selain itu, catatan jaringan ATM & SLA, optimalisasi lebih dari 2.500 unit ATM dengan tingkat kesuksesan transaksi (Service Level Agreement/SLA) mencapai 99 persen. Artinya, capaian inovasi digital untuk membantu perekomomian di Sumatera Utara Bank Sumut layak menjadi Garda terdepan bagi pelaku usaha. Bank Sumut juga melakukan Inovasi Fitur seperti pengembangan QRIS, fitur Pocket di New SUMUT Mobile, Internet Banking Korporasi, dan SUMUT Debit.
Untuk menunjang pergerakan Bank Sumut mempunyai peran dalam Ekonomi Digital & Daerah Elektronifikasi Transaksi Pemda (ETPD). Demikian juga mendukung digitalisasi pembayaran sewa tanah/retribusi daerah melalui aplikasi khusus seperti TAPATUPA (kolaborasi dengan Pemkab Tapanuli Utara). Dari capaian tersebut, bank pemerintah ini mendorong UMKM masuk ke pasar digital nasional.
Kemudian untuk Kartu Kredit Pemerintah Daerah (KKPD), Bank Sumut tercatat sebagai salah satu yang pertama menerbitkan kartu kredit pemerintah daerah.
Bukti Kinerja Transformasi
Bank Sumut bertransformasi dari bank konvensional menuju BPD digital terdepan dengan belasan aplikasi baru yang dikembangkan sendiri maupun kolaborasi. Konsisten meraih penghargaan terkait implementasi teknologii digital dan Satisfaction, Loyalty, & Engagement (SLE) Awards.
Secara keseluruhan, strategi Bank Sumut bertumpu pada penyediaan layanan berbasis teknologi yang aman, mudah diakses, dan inklusif untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Dukungan Bank Sumut
Melihat dukungan Bank Sumut kepada pelaku UMKM untuk meningkatkan perekonomian pada tahun 2025 tercatat di even seperti Kampung Ramadhan, partisipasi di Pekan Inovasi & Investasi, Karya Kreatif Sumut (KKSU), serta festival daerah (Pesta Bunga & Buah), fokus pada literasi keuangan, QRIS, KUR, dan bazar produk unggulan. Even tahunan yang fokus mendukung UMKM, literasi keuangan syariah, dan ekosistem ekonomi berkelanjutan pantas mendapat kesan positip.
Bahkan di lokasi bencana alam, Bank Sumut menyalurkan bantuan kepada 25 debitur UMKM terdampak bencana alam di Kabupaten Mandailing Natal pada Kamis (4/12/2026), di Gedung Serbaguna Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri, bersamaan dengan penyaluran secara simbolis kredit usaha rakyat (KUR) senilai Rp350 juta kepada dua pelaku usaha.
Kepedulian Bank Sumut untuk pelaku usaha sudah tidak diragukan lagi, gerak cepat membantu pelaku usaha UMKM menjadi prioritas utama.
Penguatan Ekomoni
Sebagai bentuk dukungan ini, pengamat Ekonomi Sumatera Utara (Sumut), Gunawan Benjamin mengungkapkan, untuk menekankan pentingnya penguatan ekonomi digital sebagai salah satu kunci menghadapi tantangan ekonomi di masa depan terkait ekonomi digital dan UMKM di Sumut.
Gunawan menilai bahwa penguatan ekonomi digital di Sumut akan mampu menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi termasuk pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk segera beradaptasi dan melek teknologi digital agar tidak tertinggal.
Gunawan juga menekankan pentingnya peran pemerintah dalam memfasilitasi transformasi digital ini bagi pelaku usaha kecil secara keseluruhan bisa mengubah pola transaksi dan tatanan sosial ekonomi masyarakat.
Secara garis besar, pandangan Gunawan mendorong percepatan digitalisasi agar Sumut bisa bertahan dan tumbuh di tengah dinamika ekonomi yang penuh tantangan.
Terbaik

Transfortasi Digital menjadikan Bank Sumut garda terdepan perekonomian daerah dan mendapat apresiasi dari Gubernur Sumatera Utara Bobby Afif Nasution .
Diungkapkan Bobby, capaian kinerja Bank Sumut hingga Triwulan III 2025 lalu sebagai momentum percepatan transformasi. Ia menilai konsistensi pertumbuhan menjadi bukti kemampuan Bank Sumut beradaptasi di⁸ tengah dinamika ekonomi.
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara kata Bobby, siap memperkuat permodalan melalui skema private placement untuk mendorong ekspansi, memperluas pembiayaan, serta memperbesar peran Bank Sumut dalam pengelolaan dana publik, termasuk dana haji.
Selain ekspansi, Bobby menekankan efisiensi operasional melalui penurunan rasio BOPO agar pertumbuhan tetap sehat dan berkelanjutan. Tahun 2025, Bank Sumut ditargetkan menyumbang PAD Rp289 miliar.
“Pemprov akan terus mendukung setiap langkah transformasi Bank Sumut agar menjadi bank daerah tangguh dan berdaya saing nasional,” ujarnya pada pertemuan, Kamis (30/10/2025) tahun lalu.
Direktur Keuangan dan TI Bank Sumut Arieta Aryanti, melaporkan total aset Bank Sumut per September 2025 mencapai Rp47 triliun, tumbuh 7,58% yoy. Laba bersih tercatat Rp539 miliar, naik 3,63% yoy, dengan NPL Gross terjaga di level 2,60%.
Bank Sumut terus memperluas layanan, memperkuat portofolio syariah, serta mendukung pembiayaan sektor produktif dan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).
Transformasi digital juga menjadi fokus. Di mana pembaruan aplikasi Sumut Mobile menawarkan fitur lebih modern, aman, dan mudah digunakan.
Direktur Kepatuhan Eksir, menegaskan komitmen penerapan tata kelola perusahaan yang baik⁷ (GCG) sebagai fondasi keberlanjutan.
Dengan dukungan penuh Pemprov Sumut, peningkatan kinerja, dan inovasi berkelanjutan, Bank Sumut memperkuat posisinya sebagai pilar ekonomi daerah yang siap naik kelas menuju level perbankan nasional. (Penulis Erris Julietta Napitupulu – Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Karya Tulis Bank Sumut)

